Cuaca panas ekstrem dan rendahnya curah hujan membuat kawasan Kota Pontianak dan sekitarnya rawan terjadi Karhutla. Kabut asap mulai mengganggu aktivitas warga dan diperkirakan berasal dari luar wilayah sekitaran Kota Pontianak.

Berdasarkan data BMKG Kalbar dalam satu pekan terakhir, kualitas udara di Pontianak sempat mencapai kategori berbahaya pada malam hari, tetapi berangsur membaik di pagi dan siang hari hingga kembali normal.
Menanggapi hal tersebut, tim Sar dari Direktorat Samapta Polda Kalbar terus berupaya memadamkan Karhutla hingga larut malam. kendala yang dihadapi petugas dilapangan adalah sulitnya akses menuju lokasi kebakaran yang umumnya berada di daerah terpencil atau jauh dari pemukiman, sehingga membutuhkan waktu dan tenaga ekstra untuk menjangkaunya. Selain itu, struktur tanah gambut yang dalam dan mudah terbakar menyebabkan api merambat di bawah permukaan tanah, sehingga sulit terdeteksi dan dipadamkan secara tuntas.

Petugas juga sering mengalami kekurangan sarana dan prasarana, seperti kendaraan operasional, alat pemadam yang sesuai untuk karakteristik lahan gambut, serta keterbatasan pasokan air di lokasi kebakaran. Ditambah lagi, kondisi cuaca yang panas dan angin kencang mempercepat penyebaran api dan memperburuk situasi di lapangan.
Petugas juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak membakar hutan dan lahan, karena tindakan tersebut dapat memicu kebakaran yang sulit dikendalikan, terutama di lahan gambut. Selain membahayakan ekosistem dan melanggar hukum, kebakaran hutan juga menimbulkan kabut asap yang berdampak buruk terhadap kesehatan.

Petugas juga menghimbau masyarakat untuk tidak keluar rumah apabila tidak mendesak, terutama bagi anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan, karena kualitas udara yang menurun akibat kabut asap dapat membahayakan kesehatan. Apabila terpaksa harus beraktivitas di luar, masyarakat diimbau untuk menggunakan masker dan menjaga kesehatan dengan banyak minum air putih. Upaya ini merupakan bagian dari langkah preventif guna meminimalkan dampak dari kebakaran hutan dan lahan, serta menjaga keselamatan dan kesehatan masyarakat secara luas.